Belajar Bahasa Jawa / Sinau Basa Jawa / Kamus Jawa

Bahasa Jawa adalah Bahasa Austronesia yang utamanya dituturkan oleh penduduk bersuku Jawa di wilayah bagian tengah dan timur pulau Jawa. Bahasa Jawa juga dituturkan oleh diaspora Jawa di wilayah lain di Indonesia, seperti di Sumatra dan Kalimantan; serta di luar Indonesia seperti di Suriname, Belanda, dan Malaysia. Sebagai bahasa Austronesia dari subkelompok Melayu-Polinesia, bahasa Jawa juga berkerabat dengan bahasa Melayu, Sunda, Bali dan banyak bahasa lainnya di Indonesia, meskipun para ahli masih memperdebatkan mengenai posisi pastinya dalam rumpun Melayu-Polinesia.

Bahasa Jawa memiliki beberapa tingkat tutur, atau ragam bahasa yang berhubungan dengan etika pembicara pada lawan bicara atau orang yang dibicarakan. Penggunaannya bergantung pada hal-hal seperti derajat tingkat sosial, umur, jarak kekerabatan dan keakraban. Perbedaan antara tingkat tutur dalam bahasa Jawa utamanya adalah pada kosakata serta imbuhan yang digunakan. Berdasarkan derajat formalitasnya, kosakata dalam bahasa Jawa dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu 1) ngoko, 2) madya, dan 3) krama. Bentuk ngoko digunakan untuk berbicara kepada orang yang akrab dengan pembicara. Bentuk krama, yang jumlahnya ada sekitar 850 kata, digunakan untuk berbicara secara formal kepada orang yang belum akrab atau derajat sosialnya lebih tinggi. Beberapa imbuhan juga memiliki padanan krama. Sementara itu, bentuk madya jumlahnya amat terbatas, hanya sekitar 35 kosakata khusus, dan digunakan untuk mengekspresikan derajat formalitas yang sedang.

Teruskan membaca

Google meet untuk rapat/kuliah online

Peningkatan kualitas teknologi memang sangat cepat. Mulai dari jaringan hingga aplikasi-aplikasi penunjang pekerjaan. Apalagi dalam masa pandemi Covid19 saat ini, dengan saran dan lebih baik Stay At Home, maka memaksa setiap orang untuk lebih banyak beraktivitas dari dalam rumah kecuali ada kegentingan dan kepentingan yang sangat perlu.

Para pekerja melakukan pekerjaan dari rumah (Work From Home), sedangkan siswa dan mahasiswa melaksankan belajar dari rumah (Study From Home). Dengan kondisi WFH dan SFH ini diperlukan proses koordinasi yang seringkali membuat pusing. Hal ini biasa terjadi jika ada kantor yang melaksanakan koordinasi antarcabang yang berbeda lokasi yang tidak memungkinkan untuk bertemu langsung dalam satu ruangan atau satu lokasi yang sama.

Seringkali kita pusing dengan aplikasi atau penyedia layanan video conference yang banyak Syarat dan Ketentuannya. Mulai dari yang hanya terbatas sekian menit, hanya terbatas sekian pengguna dan lain sebagainya. Bahkan ada yang ketakutan atas privasi pengguna yang mudah ditembus oleh “orang luar”.

Google sebagai perusahaan yang fokus pada jasa dan produk Internet, menyediakan aplikasi meeting virtual yaitu Google Meet. Google meet ini dapat dinikmati bagi pengguna bisnis atau GSuite. Layanan ini terintegrasi dengan layanan GSuite. Sehingga sebenarnya layanan ini adalah berbayar. Namun untuk GSuite for Education,  layanan in sudah menjadi layanan dasar, sehingga dapat dinikmati dengan gratis sebagaimana layanan GSuite for Education yang juga gratis.

Bagaimana cara menggunakan Google Meet ini? Mari kita bahas langkahnya sebagai berikut :

Teruskan membaca

Membuat Soal Ujian dengan Google Form berbatas Waktu

Google Formulir merupakan salah satu fitur Google yang terintegrasi dengan Google Drive. Bagi sebagian kita mungkin sudah terbiasa menggunakan google formulir untuk mengumpulkan data, seperti angket, pendaftaran dan lain sebagainya. Namun sebenarnya, apakah Anda tahu bahwa Google Formulir dapat juga digunakan dalam pendidikan sebagai alat untuk ujian online?

Google Formulir dapat digunakan dalam dunia pendidikan untuk kuis atau ujian online. Jika kita atur sederhana maka kita perlu share dan close manual agar membua dan menutup sesuai dengan jadwal kuis atau ujian kita. Namun jika kita mau sedikit bermain script google, kita bisa membuat jadwal untuk tampil dan menutup kuis atau ujian kita secara otomatis, jadi tak lagi kita takut untuk terlambat membuka ataupun menutup, Syaratnya, siswa atau mahasiswa kita harus tepat waktu memulainya yah, biar tidak menutup sebelum selesai. Ini yang perlu kita tekankan ke siswa atau mahasiswa kita.

Nah mari sekarang saya akan bahas cara membuat Soal/Kuis dengan google formulir yang berbatas waktu seperti di bawah ini :

Teruskan membaca

Membuat Upload Tugas Menggunakan Script Google Drive

Proses pembelajaran yang dilaksanakan guru / dosen seringkali memberi tugas kepada mahasiswa/siswa dan hasilnya dikirim melalui email atau Whatsapp ataupun medi lainnya. Sebenarnya hal ini sudah biasa dilakukan oleh semua orang, dimana ujung-ujungnya guru/dosen tersebut harus mengunduh satu persatu file yang dikirimkan oleh mahasiswa/siswa. Jika mahasiswa/siswa yang diampu jumlahnya tidak terlalu banyak mungkin tidak masalah, tapi jika jumlahnya banyak dan matakuliah atau matapelajaran yang berbeda-beda, ini akan menjadikan pekerjaan yang kurang efektif.

Kita sebagai pendidikan akan mengalami kesulitan melihat ini termasuk tugas apa punya siapa. Nah, dengan memanfaatkan aplikasi yang disediakan oleh Google Drive merupakan salah satu cara untuk memanajemen file tugas. Data dan file tugas yang dikirim oleh mahasiswa akan langsung masuk ke Google sheet dan drive lewat Form Upload seperti contoh tampilan dibawah ini.

Teruskan membaca

Pandawa

Prabu Yudhistira

PRABU YUDHISTIRA menurut cerita pedalangan Jawa adalah raja jin negara Mertani, sebuah Kerajaan Siluman yang dalam penglihatan mata biasa merupakan hutan belantara yang sangat angker. Prabu Yudhistira mempunyai dua saudara kandung masing-masing bernama; Arya Danduwacana, yang menguasai kesatrian Jodipati dan Arya Dananjaya yang menguasai kesatrian Madukara. Prabu Yudhistira juga mempunyai dua saudara kembar lain ibu, yaitu : Ditya Sapujagad bertempat tinggal di kesatrian Sawojajar, dan Ditya Sapulebu di kesatrian Baweratalun. Prabu Yudhistira menikah dengan Dewi Rahina, putri Prabu Kumbala, raja jin negara Madukara dengan permaisuri Dewi Sumirat. Dari perkawinan tersebut ia memperoleh seorang putri bernama Dewi Ratri, yang kemudian menjadi istri Arjuna. Ketika hutan Mertani berhasil ditaklukan keluarga Pandawa berkat daya kesaktian minyak Jayengkaton milik Arjuna pemberian Bagawan Wilwuk/Wilawuk, naga bersayap dari pertapaan Pringcendani. Prabu Yudhistira kemudian menyerahkan seluruh negara beserta istrinya kepada Puntadewa, sulung Pandawa, putra Prabu Pandu dengan Dewi Kunti. Prabu Yudhistira kemudian menjelma atau menyatu dalam tubuh Puntadewa, hingga Puntadewa bergelar Prabu Yudhistira. Prabu Yudhistira darahnya berwarna putih melambangkan kesuciannya.

Bima atau Wekudara

Teruskan membaca

Translate »