Students’s Scientific Attitude and Science Literacy Using the Nature of Science (NoS) Learning Model Assisted by Online E-Book on Inheritance Material in 9th Grade Students of MTs Muslimat NU Palangka Raya

Febryana, Noor Eka. 2020. Students’s Scientific Attitude and Science Literacy Using the Nature of Science (NoS) Learning Model Assisted by Online E-Book on Inheritance Material in 9th Grade Students of MTs Muslimat NU Palangka Raya. Palangka Raya: Publicated on IAIN Palangka Raya’s Thesis. Advisor I : Hj. Nurul Septiana, M.Pd., Advisor II : H. Mukhlis Rohmadi, M.Pd.

ABSTRACT

This research is based on the learning condition in 9th grade students of MTs Muslimat NU Palangka Raya which still use conventional learning method that haven’t been able to develop the science literacy skill and scientific attitude. This study aims to determine the science literacy, scientific attitude, correlation between the science literacy and scientific attitude of students using NoS model which assisted by online e-book, describe the application of the NoS model assisted by online e-book, and the effect of applying the NoS model assisted by online e-book to the science literacy and scientific attitude on 9th grade students of MTs Muslimat NU Palangka Raya on inheritance material.

Teruskan membaca

Arane Anak Kewan – Sebutan Anak Hewan dalam Bahasa Jawa

Dalam Bahasa Jawa, banyak sekali istilah digunakan, baik bahasa maupun dalam bentuk sebutan terhadap suatu benda. Bahkan hingga nama hewan pun ada beberapa konteks sebutan. Cara makan hewan pun ada sebutan berbeda, mulai dari mbadog, nggaglak, ngulu, dan lain sebagainya.

Nah, begitu pula dengan nama hewan serta anak dari hewan sendiri. Dalam istilah dalam Bahasa Jawa ada sebutan tersendiri untuk anak hewan. Misalnya Anak lintah disebut pacet, anak kura disebut laos. Anak dari laler disebut set atau singgat, anak luwing disebut gonggo. dan sebagainya.

Untuk itu mari kita cermati istilah anak hewan dalam bahasa jawa di tabel berikut ya.

Teruskan membaca

Belajar Bahasa Jawa / Sinau Basa Jawa / Kamus Jawa

Bahasa Jawa adalah Bahasa Austronesia yang utamanya dituturkan oleh penduduk bersuku Jawa di wilayah bagian tengah dan timur pulau Jawa. Bahasa Jawa juga dituturkan oleh diaspora Jawa di wilayah lain di Indonesia, seperti di Sumatra dan Kalimantan; serta di luar Indonesia seperti di Suriname, Belanda, dan Malaysia. Sebagai bahasa Austronesia dari subkelompok Melayu-Polinesia, bahasa Jawa juga berkerabat dengan bahasa Melayu, Sunda, Bali dan banyak bahasa lainnya di Indonesia, meskipun para ahli masih memperdebatkan mengenai posisi pastinya dalam rumpun Melayu-Polinesia.

Bahasa Jawa memiliki beberapa tingkat tutur, atau ragam bahasa yang berhubungan dengan etika pembicara pada lawan bicara atau orang yang dibicarakan. Penggunaannya bergantung pada hal-hal seperti derajat tingkat sosial, umur, jarak kekerabatan dan keakraban. Perbedaan antara tingkat tutur dalam bahasa Jawa utamanya adalah pada kosakata serta imbuhan yang digunakan. Berdasarkan derajat formalitasnya, kosakata dalam bahasa Jawa dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu 1) ngoko, 2) madya, dan 3) krama. Bentuk ngoko digunakan untuk berbicara kepada orang yang akrab dengan pembicara. Bentuk krama, yang jumlahnya ada sekitar 850 kata, digunakan untuk berbicara secara formal kepada orang yang belum akrab atau derajat sosialnya lebih tinggi. Beberapa imbuhan juga memiliki padanan krama. Sementara itu, bentuk madya jumlahnya amat terbatas, hanya sekitar 35 kosakata khusus, dan digunakan untuk mengekspresikan derajat formalitas yang sedang.

Teruskan membaca

Google meet untuk rapat/kuliah online

Peningkatan kualitas teknologi memang sangat cepat. Mulai dari jaringan hingga aplikasi-aplikasi penunjang pekerjaan. Apalagi dalam masa pandemi Covid19 saat ini, dengan saran dan lebih baik Stay At Home, maka memaksa setiap orang untuk lebih banyak beraktivitas dari dalam rumah kecuali ada kegentingan dan kepentingan yang sangat perlu.

Para pekerja melakukan pekerjaan dari rumah (Work From Home), sedangkan siswa dan mahasiswa melaksankan belajar dari rumah (Study From Home). Dengan kondisi WFH dan SFH ini diperlukan proses koordinasi yang seringkali membuat pusing. Hal ini biasa terjadi jika ada kantor yang melaksanakan koordinasi antarcabang yang berbeda lokasi yang tidak memungkinkan untuk bertemu langsung dalam satu ruangan atau satu lokasi yang sama.

Seringkali kita pusing dengan aplikasi atau penyedia layanan video conference yang banyak Syarat dan Ketentuannya. Mulai dari yang hanya terbatas sekian menit, hanya terbatas sekian pengguna dan lain sebagainya. Bahkan ada yang ketakutan atas privasi pengguna yang mudah ditembus oleh “orang luar”.

Google sebagai perusahaan yang fokus pada jasa dan produk Internet, menyediakan aplikasi meeting virtual yaitu Google Meet. Google meet ini dapat dinikmati bagi pengguna bisnis atau GSuite. Layanan ini terintegrasi dengan layanan GSuite. Sehingga sebenarnya layanan ini adalah berbayar. Namun untuk GSuite for Education,  layanan in sudah menjadi layanan dasar, sehingga dapat dinikmati dengan gratis sebagaimana layanan GSuite for Education yang juga gratis.

Bagaimana cara menggunakan Google Meet ini? Mari kita bahas langkahnya sebagai berikut :

Teruskan membaca

Membuat Soal Ujian dengan Google Form berbatas Waktu

Google Formulir merupakan salah satu fitur Google yang terintegrasi dengan Google Drive. Bagi sebagian kita mungkin sudah terbiasa menggunakan google formulir untuk mengumpulkan data, seperti angket, pendaftaran dan lain sebagainya. Namun sebenarnya, apakah Anda tahu bahwa Google Formulir dapat juga digunakan dalam pendidikan sebagai alat untuk ujian online?

Google Formulir dapat digunakan dalam dunia pendidikan untuk kuis atau ujian online. Jika kita atur sederhana maka kita perlu share dan close manual agar membua dan menutup sesuai dengan jadwal kuis atau ujian kita. Namun jika kita mau sedikit bermain script google, kita bisa membuat jadwal untuk tampil dan menutup kuis atau ujian kita secara otomatis, jadi tak lagi kita takut untuk terlambat membuka ataupun menutup, Syaratnya, siswa atau mahasiswa kita harus tepat waktu memulainya yah, biar tidak menutup sebelum selesai. Ini yang perlu kita tekankan ke siswa atau mahasiswa kita.

Nah mari sekarang saya akan bahas cara membuat Soal/Kuis dengan google formulir yang berbatas waktu seperti di bawah ini :

Teruskan membaca

Translate »