Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing

Download PDF

Inkuiri dalam bahasa Inggris inquiry, berarti pertanyaan, atau pemeriksaan, penyelidikan. Inkuiri sebagai suatu proses umum yang dilakukan manusia untuk mencari atau memahami informasi. Gulo menyatakan inkuiri berarti suatu rangkaian kegiatan belajar yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan siswa untuk mencari dan menyelidiki secara sistematis, kritis, logis, analitis, sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Kondisi umum yang merupakan syarat timbulnya kegiatan inkuiri bagi siswa adalah:

  1. Aspek sosial di kelas dan suasana terbuka yang mengundang siswa berdiskusi;
  2. Inkuiri berfokus pada hipotesis; dan
  3. Penggunaan fakta sebagai evidensi (informasi, fakta).

 

Untuk menciptakan kondisi seperti itu, peranan guru adalah sebagai berikut:

  1. Motivator, memberi rangsangan agar siswa aktif dan bergairah berfikir.
  2. Fasilitator, menunjukkan jalan keluar jika siswa mengalami kesulitan.
  3. Penanya, menyadarkan siswa dari kekeliruan yang mereka buat.
  4. Administrator, bertanggung jawab terhadap seluruh kegiatan kelas.
  5. Pengarah, memimpin kegiatan siswa untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
  6. Manajer, mengelola sumber belajar, waktu, dan organisasi kelas.
  7. Rewarder, memberi penghargaan pada prestasi yang dicapai

 

Pembelajaraan inkuiri dirancang untuk mengajak siswa secara langsung ke dalam proses ilmiah ke dalam waktu yang relatif singkat.[1] Implementasi model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) menekankan pada aktivitas siswa secara maksimal untuk melatih keterampilan berpikir kritis. Model pembelajaran inkuiri terbimbing merupakan pembelajaran yang terpusat pada siswa.

Dalam model pembelajaran inkuiri terbimbing (guided inquiry) ini siswa lebih banyak aktif dalam proses pembelajarannya yang telah dikondisikan untuk dapat menerapkan berpikir dalam upaya menggali sendiri segala konsep untuk mengambil inisiatif dalam usaha memecahkan masalah, mengambil keputusan, dan melatih berpikir kitis siswa dalam permasalahan fisika. Model pembelajaran inkuri terbimbing merupakan salah satu cara untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran fisika. Dalam pembelajaran ini guru bertindak selaku organisator dan fasilitator, guru tidak memberitahukan konsep-konsep tetapi membimbing siswa menemukan konsep-konsep tersebut dengan melalui kegiatan belajar. Sehingga konsep yang didapat berdasarkan kegiatan dan pengalaman belajar tersebut akan selalu diingat siswa dalam waktu yang lama. Tahapan-tahapan model pembelajaran inkuiri terbimbing dapat mengakomodasi kegiatan-kegiatan yang mengarah pada peningkatan keterampilan berpikir kritis siwa.[2] Adapun tahapan pembelajaran inkuiri sebagai berikut:

Tabel 2.1 Tahap Pembelajaran Inkuiri[3]

Fase Perilaku Guru
1.    Menyajikan pertanyaan atau masalah Guru membimbing siswa mengidentifikasi masalah dan masalah dituliskan dipapan tulis. Guru membagi siswa dalam kelompok.
2.    Membuat hipotesis Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk curah pendapat dalam membentuk hipotesis. Guru membimbing siswa dalam menentukan hipotesis yang relevan dengan permasalahan dan memprioritaskan hipotesis mana yang manjadi prioritas penyelidikan.
3.    Merancang percobaan Guru memberikan kesempatan pada siswa untuk menentukan langkah-langkah yang sesuai dengan hipotesis yang akan dilakukan. Guru membimbing siswa mengurutkan langkah-langkah percobaan.
4.    Melakukan percobaan untuk memperoleh informasi Guru membimbing siswa mendapatkan informasi melalui percobaan.
5.    Mengumpulkan dan menganalisis data Guru memberi kesempatan pada tiap kelompok untuk menyampaikan hasil pengolahan data yang terkumpul
6.    Membuat kesimpulan Guru membimbing siswa dalam membuat kesimpulan

Kelebihan model inkuiri terbimbing:

  1. Merupakan pembelajaran yang menekankan kepada pengembangan aspek kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang sehingga pembelajaran ini dianggap lebih bermakna.
  2. Dapat memberikan ruang kepada siswa untuk belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.
  3. Merupakan model yang dianggap sesuai dengan perkembangan psikologi belajar modern yang menganggap belajar adalah proses perubahan tingkah laku berkat adanya pengalaman.
  4. Dapat melayani kebutuhan siswa yang memiliki kemampuan di atas rata-rata.

Kekurangan model inkuiri terbimbing:

  1. Pembelajaran dengan inkuiri memerlukan kecerdasan siswa yang tinggi. Bila siswa kurang cerdas hasil pembelajarannya kurang efektif.
  2. Guru dituntut mengubah kebiasaan mengajar yang umumnya sebagai pemberi informasi menjadi fasilitator, motivator, dan pembimbing siswa dalam belajar.
  3. Karena dilakukan secara kelompok, kemungkinan ada anggota yang kurang aktif.
  4. Membutuhkan waktu yang lama dan hasilnya kurang efektif jika pembelajaran ini diterapkan pada situasi kelas yang kurang mendukung.
  5. Pembelajaran akan kurang efektif jika guru tidak menguasai kelas.[4]

 


[1] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana, 2009), H. 166-167

[2] Asri Trisna Puspita dan Budi Jatmiko, “Implementasi Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing (guided inquiry) Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis Siswa pada Pembelajaran Fisika Materi Fluida Statis Kelas XI di SMA NEGERI 2 SIDOARJO”, Vol. 02, No. 03, 2013, Universitas Negeri Surabaya, H. 122-123

[3] Trianto, Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif: Konsep, Landasan, dan Implementasinya pada Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), (Jakarta: Kencana, 2009), H. 172

[4] Aris Shoimin, 68 Model Pembelajaran Inovatif dalam Kurikulum 2013 (Yogyakarta: Ar-Ruzz Media, 2014), H. 86-87.

Download PDF

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Translate »