Feb 06 2014

CARA MEMANFAATKAN WAKTU

Download PDF

memanfaatkan-waktu“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”

(QS. Al. Ashr 103 : 1-3)

Waktu, adalah sebuah hal yang sangat susah untuk mengaturnya. Jangan sampai waktu yang ada terbuang untuk perkara yang sia-sia. Orang yang tidak mengambil faedah dari waktu mereka, menyia-nyiakannya untuk perkara yang merugikan, maka waktunya itu akan menjadi padang rumput bagi syetan-syetan yang membolak-balikkannya dalam kesesatan.

Waktu sangatlah cepat berlalu, dan apabila orang sadar akan cepatnya waktu berlalu, maka merekalah orang-orang yang mendapatkan taufik dari Allah sehingga waktu mereka benar-benar bermanfaat. Dari Abdullah Ibnu Mas’ud RA bahwasanya dia berkata: “Tidaklah aku menyesali sesuatu, seperti penyesalanku atas suatu hari yang berlalu dengan terbenamnya matahari, semakin berkurang umurku tetapi tidak bertambah amalanku.”

Beberapa hal yang harus diketahui muslimah tentang bagaimana memanfaatkan waktu adalah sebagai berikut :

1.     Membaca bacaan yang bermanfaat

Dalam membaca sebuah bacaan yang bermanfaat, hendaklah kita memperbanyak membaca Al-Qur’an dan menghafal serta mendengarkannya. Rasulullah SAW bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an sedang dia terbata-bata dalam membacanya serta kesulitan dalam membacanya maka dia mendapatkan dua pahala, sedangkan orang yang membaca dengan mahir maka dia bersama para penulis kitab (malaikat) yang mulia lagi berbakti.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2.     Berdzikir kepada Allah

Dzikrullah, merupakan amalan yang mudah untuk dilaksanakan, namun juga amalan yang paling banyak tidak dilaksanakan. Setiap orang mampu melakukannya, baik orang kaya maupun miskin, orang yang berilmu maupun jahil, laki-laki maupun wanita, besar ataupun kecil. Setiap manusia hendaknya banyak berdzikir kepada Allah dalam setiap keadaan, dan menjadikan dzikir sebagai amalan yang mengisi hari-hari kita, apalagi hal itu merupakan amalan yang amat mudah dilakukan.

 

Rasulullah SAW telah mengabarkan perbedaan antara orang yang berdzikir kepada Allah dengan orang yang tidak berdzikir, seperti perbedaan antara orang yang hidup dan orang yang mati. Sabda Rasul SAW :

“Barangsiapa yang bangun di malam hari kemudian mengucapkan : Laa ilaha illallahu wah dahu laa syarikalahu lahul mulku walahul hamdu biyadihil khair yuhyii wayumiitu wahuwa ‘ala kulli syaiin qadiir. SubhaanAllahi Walhamdulillaahi walaa ilaha illallahu waAllaahu akbar walaa haula wala quwwata illaa billaahi. kemudian dia berdo’a : Allaahummagfirli (Ya Allah ampunilah aku), niscaya akan diterima do’ anya. Dan jika dia berwudhu (untuk shalat) niscaya diterima shalatnya”. (HR. Al-Bukhari)

3.     Mendidik anak-anak

Sebagai orang tua, mendidik dan merawat anak-anak adalah sebuah kewajiban. Apalgi seorang muslimah, mendidik anak-anak merupakan amanah dan tanggung jawab yang agung. Hal ini dikarenakan laki-laki lebih banyak kesibukannya di luar rumah daripada wanita. Selain itu, seorang wanita mempunyai kecenderungan untuk lebih dekat kepada anak-anaknya dan lebih banyak waktunya tinggal di rumah. Untuk itu alangkah baiknya apabila wanita muslimah memanfaatkan waktu untuk mendidik anak-anak dengan hal yang baik dan berguna.

4.     Amar ma’ruf dan nahi mungkar

Kewajiban untuk amar ma’ruf nahi mungkar tidak hanya menjadi tanggung jawab laki-laki muslim tetapi juga menjadi bagian dari tugas bagi seorang muslimah.

Dari Abu Said Al-Khudri RA dia berkata : “Aku telah mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Barang-siapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah dia mengubah dengan tangannya, jika tidak mampu maka ubahlah dengan lisan (nasihat). Dan jika tidak mampu maka hendaklah meng-ubahnya dengan hati (tidak senang dengan kemungkaran itu) dan itulah selemah-lemah iman’.” (HR. Muslim).

Dari hadits tersebut tidak ada batasan dari Rasulullah bila amar ma’ruf nahi mungkar hanya menjadi tanggung jawab laki-laki. Oleh karena itu wanita pun berkewajiban yang sama dengan laki-laki.

Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan wanita muslimah dalam menjaga waktunya yaitu:

a.  Senantiasa merasa diawasi Allah Ta’ala dan takut kepadaNya.

Seorang wanita muslimah yang merasa diawasi oleh Allah SWT, takut kepada-Nya, dan mengharapkan pengampunan-Nya tentunya tidak mungkin akan menyia-nyiakan waktunya tanpa faedah. Bahkan dia lebih semangat untuk mengoreksi dirinya setiap saat dan kesempatan.

b.  Mengetahui waktu dan tempat yang mempunyai keutamaan.

Wanita muslimah perlu mengambil faedah, dengan mengetahui waktu-waktu dan tempat-tempat yang mempunyai keutamaan. Misalnya, kapan dilipatganda-kannya pahala setiap amalan. Di antaranya adalah sepertiga akhir malam. Ia merupakan waktu yang utama dan waktu dikabulkannya do’a.

c.   Mengetahui kewajiban-kewajibannya.

Di antaranya kewajiban kepada Rabb-nya, kewajiban kepada orang tuanya, kewajiban kepada suaminya, kewajiban terhadap anaknya, kewajiban terhadap kaum kerabatnya, kewajiban terhadap tetangga, kewajiban terhadap saudara dan temannya, dan kewajiban terhadap masyarakatnya.

Wanita muslimah harus mendirikan shalat lima waktu tepat pada waktunya. Tidak melalaikan waktu-waktu shalat tersebut karena disibukkan pekerjaan-pekerjaan rumah tangga, atau tugas sebagai ibu dan istri. Sebab shalat merupakan tiang agama, siapa yang menegakkannya berarti dia menegakkan agama, dan siapa yang meninggalkan-nya berarti dia telah merobohkan agama. Shalat juga merupakan amal yang paling utama dan amal pertama yang akan di hisab besok di akhirat.

Diriwayatkan, Abdullah bin Mas’ud RA dia berkata: “Aku bertanya kepada Rasulullah SAW apakah amal yang paling utama?” Beliau menjawab, “Shalat tepat pada waktunya.” Aku bertanya, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, ” Berbakti kepada orang tua.” Aku bertanya, kemudian apa lagi? Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” (Muttafaq Alaih).

Wanita muslimah yang taat tidak merasa cukup hanya melaksanakan shalat wajib lima waktu, tetapi juga melaksanakan shalat-shalat sunnah rawatib dan nawafil (sunnah secara mutlak), sesuai dengan kesempatan dan kesanggupannya, seperti shalat dhuha dan shalat tahajud. Sebab shalat-shalat sunah ini dapat mendekatkan hamba kepada Rabb -nya, mendatangkan kecintaan Allah dan ridhaNya, menjadikannya termasuk orang-orang yang shalih, taat dan beruntung.

Sabda Rasulullah SAW dalam sebuah hadist qudsy Allah berfirman : “Hambaku senantiasa mendekatkan diri kepadaKu dengan melaksanakan shalat-shalat nafilah hingga Aku mencintainya. Jika Aku sudah mencintainya, maka Aku menjadi pendengarannya, dengannya dia mendengar, Aku menjadi penglihatannya, dengannya dia melihat, Aku menjadi tangannya, dengannya dia bertindak, Aku menjadi kakinya, dengannya dia berjalan. Jika dia memohon kepadaKu maka Aku benar-benar akan memberinya dan Jika dia meminta perlindungan kepadaKu maka Aku benar-benar akan melindunginya”. (HR.Al-Bukhari).

Hal lain yang merupakan kewajiban seorang wanita muslimah adalah jangan lupa memohon taufik kepada Allah untuk mewujudkankan semua itu.

d.  Wanita muslimah memilih majlis yang baik.

Seorang manusia sesuai tabiatnya tidak mungkin hidup sendiri bahkan dia harus mempunyai teman duduk, dan yang paling ideal adalah teman duduk yang mempunyai akhlak yang mulia. Sebagaimana sabda Nabi Shalallau ‘alahi wa sallam :

“Sesungguhnya perumpamaan teman yang baik dengan teman yang buruk adalah seperti pembawa minyak wangi dengan seorang pandai besi”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Mudah-mudahan Allah Taala memberi kekuatan kepada kita agar senantiasa dapat menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Amin

Download PDF

2 comments

  1. subhanallah terimakasih tips nya mas, sangat membantu untuk memperbaiki diri memanfaatkan waktu dg cara yang benar

    1. Sama-sama Dewi Jepara Furniture, semoga menambah iman kita…

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.

*

Translate »