«

»

Des 09 2012

AL QUR’AN PENYEMBUH PENYAKIT, MUSIBAH, AZAB DAN DO’A

Download PDF

Author : Prof. Dr. H. Ashadi, Guru Besar FKIP UNS

========================================

          Dulu saya selalu berpikir bahwa penyakit selalu karena virus, bakteri, salah makan, keracunan obat, karena saya belajar banyak tentang kimia. Ternyata itu banyak tidak benarnya. Sebagai contoh orang sakit liver, ternyata penyebabnya orang itu sering dendam. Orang sakit jantung biasanya orangnya pemarah, sombong. Orang sakit sariawan karena sering ngomel, emosional. Orang sakit lupus karena orang itu sangat sulit dinasehati (bahkan jelas-jelas nasehat diambil dari Al qur”an) sekalipun.
Kesimpulan-kesimpulan tersebut diperoleh lewat penelitian yang panjang, contoh ada orang sakit liver diwawancarai, ditemukan pola akhlaknya, orang kedua yang juga sakit liver diwawancarai, ketemu pola yang sama, orang ketiga dst s/d orang ke 20 bahkan 30 menghasilkan kesimpulan yang sama bahwa orang-orang ini tipikal pendendam. Kalau ini penyebabnya apa benar kalau dia tidak pendendam bisa sembuh. Penelitian menunjukkan orang yang sakit liver diajak kembali ke Al Qur”an Al A’Raaf 199, jadilah engkau pemaaf…., disadarkan bahwa pendendam itu dosa kemudian diajak mohon ampun, melakukan perbaikan akhlak akhirnya sembuh. Penelitian ini dilakukan terhadap penderita liver selanjutnya sembuh, begitu seterusnya.
Supaya lebih paham tentang penyakit, baca uraian di bawah dengan cermat. Baca dengan tenang, jangan keburu-buru.

1. Alqur’an sebagai penyembuh penyakit

Dalam ayat ini, kata pelajaran yang dimaksud adalah Al Qur’an .Penyakit dalam dada apa maksudnya. Didalam dada kita ada ego dan emosi, ada nafsu-nafsu kita. Dari nafsu-nafsu kita inilah akan dapat muncul berbagai penyakit.

Nafsu ingin dihargai oleh orang lain secara berlebih akan muncul mudah tersinggung, sakit hati, marah/ ngomel jika nasehatnya tidak didengar, kita marah kalau orang lain menganggap kita kurang pandai, marah jika pendapatnya/ usul/ sarannya tidak dipakai, jengkel jika suami tidak memuji apa-apa yang diusahakan istri dan sebaliknya, jengkel kepada mertua jika kurang mendapat tempat yang sama diantara para menantu, Jengkel pada suami karena dianggap sudah kurang perhatian dan lebih memperhatikan pekerjaan kantornya. Seorang anak marah jika apa yang diinginkannya tidak disetujui orang tua, entah karena beda pendapat atau menyangkut uang dan orangtua sedang tidak punya uang.

Dari ego yang tinggi muncul kesombongan, keserakahan, mengambil hak orang lain, meremehkan orang lain, menguasai suami tanpa mau mengerti bahwa suami punya orangtua dan saudara, lupa mensyukuri apa-apa yang telah diberikan oleh Alloh tetapi malah membanggakan diri dan sombong, merasa dari kalangan terpelajar, dari orang yang berderajat lebih tinggi,merasa ibadah dan pengetahuan agamanya sudah lebih baik dari orang lain.  Dari ego yang tinggi muncul keinginan bahwa orang lain harus mau  dan mampu berpikir seperti apa yang dipikirkannya, mudah marah, memaksakan kehendak, merasa paling benar, bila punya keinginan harus dan harus, segera, menjadikan kita sulit untuk memaafkan orang lain, menyebabkan kita merasa kitalah yang paling benar, dsb.

Emosi kita dapat menyebabkan kita kehilangan kesabaran, mudah marah, melakukan kekerasan, menghujat, menyebabkan kita kehilangan sebagian pikiran jernih kita, dsb. dst.

Coba kita cermati lebih jauh, jika ego dan emosi kita tidak kita kendalikan, maka kita akan merugi. Jika kita tidak menjadi pemaaf, bisa jadi akan berlanjut dendam pada seseorang. Jika ini terjadi coba kita berfikir apakah hidup ini nyaman. Jika kita suka dendam dengan orang lain, benci maka berbagai penyakit dapat muncul, orang akan sering tegang, akan depresi, yang dapat berakibat penyakit fisik bermacam-macam, setidaknya merasa badan kita tidak nyaman. Jika emosi kita sering muncul, sering meledak, sering marah, sebentar-sebantar emosi, hal yang kecil saja marah, maka sebenarnya kita sendiri secara jujur tindakan-tindakan kita itu menyebabkan badan kita tidak enak. Coba renungkan, apa untumgnya orang yang marah, benarkah kita merasa masalah kita selesai setelah marah? Bagaimana perasaan orang yang kita marahi. Bagaimana jika yang dimarahi itu kita.

Sekarang ini banyak penyakit yang disebut psikosomatis, yaitu penyakit yang penyebabnya sebenarnya psikis tetapi akibatnya berupa sakit fisik, sebagai contoh sakit gula. Sakit gula dapat berlanjut jika gula darah kita selalu tinggi maka kolesterol mudah mengendap di mana-mana. Akibat daripadanya bisa terjadi penyumbatan di pembuluh darah jantung, di pembuluh darah yang mensuplai darah ke otak. Sampai sekarang belum ada solusi untuk penyakit gula. Yang biasa dilakukan adalah olah raga yang cukup dan diet (menurut dokter). Ampai sekarang tidak ada dokter yang dapat menyembuhkan sakit gula (Diabetes), bahkan sampai dokter-dokter di luar negeri. Pada hal banyak pasien saya yang nurut saya nasehati, saya ajak kembai ke Al Qur”an, alhamdulillah sembuh hanya sekitar 2 s/d 3 minggu gulanya normal.

Al Qur’an penyembuh maksudnya jika kita pelajari dengan benar dan kita ikuti petunjuk-petunjuknya maka insyaAlloh kita terhindar dari penyakit yang awalnya dari ego dan emosi kita. Banyak petunjuk dalam Al Qur’an yang sering kita lupakan, seperti Jadilah engkau pemaaf (Al-A’raaf, 199), .. Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar Al Baqoroh 153. Coba renungkan Al Baqoroh 153, jika kita mengatakan sabar itu ada batasnya apakah ini berarti kita sudah tidak sabar lagi dan berarti juga kita mulai tidak mau dekat dengan Alloh lagi?.

2. Musibah (termasuk sakit) adalah disebabkan oleh perilaku kita yang kurang terpuji.

Musibah adalah apa saja yang kita rasakan tidak enak termasuk didalamnya diberi sakit. Ada yang berpendapat bahwa sakit itu penghapusan dosa. Benarkah? Jika Ya maka tidak usah ikhtiar, sakit saja terus biar dosanya terhapus. Jika kita sakit batuk tidak sembuh-sembuh mungkin kita berpikir karena rumah kita kotor, kita kemarin kehujanan. Tukang becak yang rumahnya tidak higienis, sering kehujanan, rajin sholat, kata-katanya baik malah tidak pernah batuk. Coba renungkan. Benarkah batuk karena rumah kotor atau kehujanan? Dari pengalaman saya orang batuk tidak sembuh-sembuh karena kalau omong nada bicaranya tinggi, emosional.
3. Sakit merupakan azab peringatan agar kita kembali ke jalan yang lurus.

Azab yang dekat maksudnya sakit, siksa besar adalah siksa di neraka kelak. Kalau orang diberi sakit, sebenarnya sedang diingatkan oleh Alloh karena melakukan dosa yang diulang-ulang. Sakit sebenarnya merupakan gambaran bagaimana kita akan disiksa kelak diakhirat

4. Tak ada penolong selain Alloh.

42. Asy Syuura

 

Hati-hati dalam hal ini, bahwa yang dapat menolong, yang dapat menyembuhkan hanyalah Alloh, atas ijin Alloh. Kalau yang dapat menolong hanyalah Alloh, sedang sakit disebabkan oleh perilaku kita yang kurang terpuji (dosa), maka solusinya adalah mengakui dosa kita kemudian mohon ampun.

Apa syaratnya agar doa kita dikabulkan oleh Alloh.

5. Ada dua syarat agar do’a kita dikabulkan oleh Alloh.

Agar do’a kita dikabulkan oleh Alloh ada dua syarat yang harus dipenuhi, yaitu berimandan melakukan amal sholeh. Iman pada malaikat (Rokib, Atid, Habazah) tentu kita akan selalu berhati-hati dalam berpikir, merencanakan tidakan karena selalu ingat ada malaikat yang mencatatnya. Melakukan amal sholeh, ini tidak mudah. Seberapatingkat iman dan amal sholeh kita ini yang akan menentukan nterkabulnya doa kita.
6. Alloh akan mengabulkan doa jika kita memenuhi segala perintahNya.

Ini ayat yang lumayan berat, yaitu kalau kita ingin do’a kita dikabulkan supaya kita melakukan semua perintahNya. Apa saja perintah Alloh? Ini dapat dilihat dalam Al Qur’an dan As sunnah.

Orang yang mengajarkan amal sholeh termasuk orang-orang yang menjalankan perintah Alloh, menjadi pemaaf, membayar zakat mal, berpuasa, sholat lima waktu, menghormati orang lain, tidak merendahkan orang sekalipun miskin.

Adab berdoa.

Apa pendapat bapak kalau orang berdoa dengan suara keras, nada tinggi, teriak-teriak seperti orang marah, meskipun teriaknya berupa do’a ? Orang berdoa sebaiknya dengan suara yang lembut, dan rasa takut.
7. Perintah untuk jadi pemaaf.

Menjadi pemaaf adalah perintah, jika kita tidak pemaaf mungkin kita akan mudah jengkel, dendam. Jika demikian maka tentu akan diperingatkan oleh Alloh dengan sakit. Jika kita jengkel terus, marah, maka akan sakit darah tinggi. Jika jengkel terus lama-lama dendam akan kena hepatitis.

8. Aloh beserta orang yang sabar
Apabila kita mengatakan bahwa sabar itu ada batasnya, bukankah berarti kita sudah sisp-siap tidak dekat dengan Alloh, karena kita sudah siap-siap untuk tidak sabar.
9. Perintah untuk tidak merendahkan orang lain

Jangan pernah kita merasa lebih baik dari orang lain dihadapan Alloh. Orang yang baik di mata Alloh adalah orang yang selalu patuh menjalankan perintahNya. Dan merekalah orang-orang yang akan bahagia didunia maupun diakhirat. Kenapa demikian? Orang patuh pada Alloh pastilah memiliki tingkat kesabaran yang sangat tinggi. Jika demikian maka pasti Alloh dekat dengan mereka. Jika dekat dengan Alloh pastilah do’anya dikabulkan. Ingin punya rumah insyaAlloh Alloh berikan, ingin punya kendaraan agar lebih mudah bersilaturrahmi kepda saudara-saudanya insyaAlloh Alloh berikan. Ingin dapat suami yang sholeh yang sabar yang care terhadap istri dan anak, yang selalu mengajak ke jalan Alloh, insyaAlloh akan berikan.

Bagaimana agar bisa patuh dengan benar, maka pelajari AlQur’an dan As-Sunnah, rajin ke pengajian, baca Al Qur’an dan tafsirnya dan amalkan.
10. Perintah jangan mengumpat.

11. Jangan suudzon

12. Jangan berkata buruk

Kalau Alloh tidak suka ucapan buruk dan kita melanggarnya tentu akan diperingatkan. Peringatan bisa berupa sakit yang tak kunjung sembuh.

13. Perintah bersyukur

Kita diperintahkan untuk mensyukuri nikmat-nikmat yang kita terima dan dilarang mengingkari nikmat tersebut. Dapatkah kita tuliskan berapa banyak Alloh telah melimpahkan kenikmatan pada diri kita. Diberikan mulut bisa bicara, diberikan mata yang bisa melihat,diberikan kaki yang dapat berjalan dan berjuta nikmat lainnya.

Kita diberitahu bahwa jika kita pandai mensyukuri nikmat maka Alloh akan menambahkan nikmat lagi. Bagaimana bersyukur yang benar ada caranya

Download PDF

12 comments

Lompat ke formulir komentar

  1. Idal

    Subhanallah

    1. Kang Rohma Rohmadi
      Kang Rohma Rohmadi

      Syukron telah mampir

  2. Syahidal ahmad. Fb ku,abdal 2

    Aq sring kena sariawan sejak umur 7 thn,skarang umur ku 24,msh sring trkna sariawan.

    1. Kang Rohma Rohmadi
      Kang Rohma Rohmadi

      Orang sakit sariawan karena sering ngomel, emosional.
      Mohon maaf, mungkin kalau kita mencoba untuk bersabar dan tidak mudah mengomentari orang lain insyaallah akan sembuh…

      –syukron sudah mampir–

  3. Milaalika

    3 hari yg lalu bibir sya pecah2 sya kira saya cuma panas dalam aja ternyata stlah 5 hri bibir saya timbul bentol2 putih seperti sariawan yg br muncul banyak banget sampe2 bibir saya bengkak (jontor). trus bgmana y mengatasi sariawan ku itu?

    1. Kang Rohma Rohmadi
      Kang Rohma Rohmadi

      assalaamu’alaikum
      salam kenal dan terima kasih telah berkunjung, jadi, sariawan dimungkingkan karena tida bersabar dan mudah mengomentari orang lain.
      untuk itu, mari mencoba untuk lebih bersabar, tidak mudah mengomel dan coba untuk memohon maaf kepada siapa saja yang tersinggung akibat kata2 kita…
      insyaallah sembuh kembali…

  4. picky

    saya menderita sakit pinggang yang tak kunjung sembuh itu penyebabnya apa ya?

    1. Kang Rohma Rohmadi
      Kang Rohma Rohmadi

      terima kasih telah berkunjung, mohon maaf sedikit lambat membalas, sakit pinggang bisa jadi dikarenakan mudah marah-marah yang disimpan dalam hati. Insyaallah solusinya adalah dengan merubah sikap elebih baik, segera banyak istighfar memaafkan orang-orang yang membuatnya marah.

  5. adi setiawan

    Saya sdh merelakan semuanya kenapa mereka masih membenci saya??

    1. Kang Rohma Rohmadi
      Kang Rohma Rohmadi

      Assalaamu’alaikum, terima kasih sudah berkunjung di blog saya. mengenai mengapa masih membenci, bisa dianalisis, ada beberapa hal perlu diperbaiki, misalnya:
      (1) Niat, niatkan membaca karena Allah, bukan sekedar untuk sesuatu yang lain, atau ada harapan untuk sesuatu (ada ketidak ikhlasan)
      (2) Hati, maksudnya, jika dalam membaca Al Qur’an hati kita fokuskan kepada Allah, mungkin masih ada perasaan dalam hati yang kurang fokus
      (3) Proses, karena setiap hal memerlukan proses, tidak bisa langsung menjadi hal yang kita inginan, insyaallah dalam beberapa waktu akan ada perubahan
      (4) Ujian, bisa jadi ini karena ujian, yaitu Anda diuji Allah lebih karena dirasa mampu oleh Allah, diuji akan kesabaran dan keikhlasan hati, untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

      mungkin itu beberapa hal yang bisa menjadi alasan, namun untuk lebih jelas harus ada analisis sebab-akibat untuk mengetahui lebih dalam lagi.

      terima kasih.

  6. lis

    saya sakit tipes udh 3bln. awal mulanya sakit saya mnum antibiotik sisa periksa yg dulu.saya pikir akan lgsg sembuh. trnyata blm sembuh total. skrg badan saya terasa lemas dan selalu merasa dingin pdhl cuaca panas. jika makan pedas dikit lgsg panas tinggi. lalu saya berobat kmana2 tapi belum sembuh sepenuhnya. skrg saya berobat herbal. saya kepengin sehat sprti dulu. udh ikhtiar kmana2. mohon solusinya trimakasih

    1. Kang Rohma Rohmadi
      Kang Rohma Rohmadi

      terima kasih telah berkunjung. semoga segera disembuhkan dari segala penyakit yang ada. Tipes bisa dikarenakan beberapa hal medis, diantaranya : Mengonsumsi seafood dari air yang terkontaminasi urin dan tinja terinfeksi, Mengonsumsi seafood dari air yang terkontaminasi urine dan tinja terinfeksi, Mengonsumsi sayur-sayuran yang menggunakan pupuk yang terdiri dari kotoran manusia yang terinfeksi, Mengonsumsi produk susu yang telah terkontaminasi, Menggunakan toilet yang terkontaminasi bakteri. Anda akan terinfeksi jika menyentuh mulut sebelum mencuci tangan setelah buang air, Melakukan seks oral dengan pembawa bakteri Salmonella typhi.

      untuk solusi, bisa Anda mulai dengan mengurangi berprasangka dan berpikiran negatif pada orang lain, selalu berpikir positif, kemudian mulai membersihkan diri dari sifat dendam atau marah berkepanjangan kepada orang lain, serta berdoalah dan bertaubat atas segala salah dan dosa. Insyaallah akan diangkat penyakit yang ada dan disembuhkan seperti sedia kala. Bisa pula terapi dengan air Zam-zam, perbanyak meminumnya. semoga berhasil dan kembali seperti sedia kala. aamiin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML berikut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*

Translate »