Jun 14 2011

TIDAK ADA LARANGAN WANITA PERGI KE MASJID

Download PDF
Jika diperhatikan hadits dari imam Bukhori :
عَنْ أَِبىْ مُوْسٰى : اَعْظَمُ النَّاسِ اَجْرًا ِفى الصَّلاَةِ اَبْعَدُهُمْ فَأَبْعَدُهُمْ ممُـْشَى، وَالَّذِى يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَحَتّٰى يُصَلِّيَهَا مَعَا ْْلإِمَامِ اَعْظَمُ اَجْرًا مِنَ الَّذِى يُصَلِّى ُثمَّ يَنَامُ
“Dari Abu Musa : orang yang paling besar ganjarannya dalam sholat adalah mereka yang lebih jauh tempatnya (dari mesjid), juga bagi orang yang menunggu sholat bersama Imam lebih besar ganjarannya dari pada orang yang bersholat kemudian tidur”
Dari hadits tersebut terlihat bahwa solat (wajib) yang baik adalah di masjid, dan tidak ada keterangan / larangan bahwa wanita dilarang ke masjid.
Kemudian hadits yang lain (HR Imam Bukhori) :
عَنِابْنِ عُمَرَ : إِذَا اسْتَأْذَ نَكُمْ نِسَاؤُكُمْ بِاللَّيْلِ إِلىٰ اْلمَسْجِدِ فَأْذَنُوْالهَـُنَّ 
“Dari Ibn Umar : Jika wanita-wanitamu (isteri dan anakmu) meminta izin pada waktu malam untuk pergi ke masjid maka ijinkanlah mereka”
Dari hadits tersebut menunjukkan bahwa tidak ada larangan, bahkan ada perintah kepada wanita untuk mengikuti jama’ah sholat di masjid.
Serta dari fiqih wanita dan berbagai sumber yang shohih bahwa :
Kewajiban wanita terhadap suaminya :
  1. Istri hendaknya selalu taat pada Suami selama tidak untuk berbuat dosa
  2. Menuruti kehendak Suami bila Ia mengajak ke ranjang
  3. Tidak diperkenankan Istri untuk memasukkan seorang ke rumahnya yang tidak diridhoi Suami
  4. Tidak diperbolehkan untuk puasa sunnah ketika suami ada di rumah, kecuali dengan ijin dari suami
  5. Mengakui kenikmatannya dan jangan mengingkarinya
  6. Menjaga harta suami dan jangan berlebihan dalam penggunaannya
  7. Mempergauli suami dengan baik
  8. Memperhatikan keadaannya, senang dan sedih
  9. Perhatikan waktu makan, tidur dan minumnya
  10. 10.      Tidak keluar dari rumah suami kecuali dengan ijinnya. Adapun hal-hal yang membolehkan wanita keluar adalah :
    1. a.      Keluar untuk kepentingan yang perlu
    2. b.     Menghadiri sholat jama’ah di masjid
    3. c.      Keluar untuk sholat ‘ied
    4. d.     Keluar untuk perang
  11. Membantu suami dalam mengasuh dan mendidik anak suaminya yang bukan dari dia (anak tiri) atau anak yang masih kecil
  12. Mengurus rumah
  13. Tidak bergaul dan bercanda dengan laki-laki lain
  14. Menghibur suami dan berusaha memasukkan rasa senang kepadanya
  15. Anak-anak hendaknya selalu segar dan bersih
Dari QS At Taubah ayat 18 :
“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari Kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, Maka merekalah orang-orang yang diharapkan Termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
Dari ayat tersebut maka terlihat bahwa Allah memerintahkan bahwa manusia wjib memakmurkan masjid-masjid, tidak dikhususkan kepada laki-laki saja, tetapi juga kepada wanita.
—-@@—-
Download PDF

Jun 14 2011

Suatu Pesan Untuk Istri

Download PDF
Suami yang menikahi kamu, tidaklah semulia Muhammad SAW,
Tidaklah setaqwa Ibrahim,
Pun tidak setabah Ayyub,
Ataupun segagah Musa,
Apalagi setampan Yusuf.

Justru suamimu hanyalah,
Pria akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Membangun keturunan yang sholeh,……

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita,
Kewajiban bersama.

Suami menjadi pelindung,
Kamu penghuninya,
Suami adalah nahkoda kapal,
Kamu navigatornya,
Suami bagaikan balita yang nakal,
Kamu adalah penuntun kenakalannya.

Saat suami menjadi raja,
Kamu nikmati anggur singgasananya,
Seketika suami menjadi bias,
Kamulah penawar obatnya,
Seandainya suami masinis yang lancing,
Sabarlah memperingatkannya,……

Pernikahan ataupun perkawinan,
Mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar meniti sabar dan ridha Allah SWT, Karena suami yang tak segagah mana,justru kamu tersentak dari alpa.

Kamu bukanlah Khadijah,
Yang begitu sempurna didalam menjaga,
Pun bukanlah Hajjar,
Yang begitu setia dalam sengsara,
Cuma wanita akhir zaman,
Yang berusaha menjadi sholehah,……

Download PDF

Jun 14 2011

Suatu Pesan Untuk Suami

Download PDF
Istri yang kamu nikahi,
Tidaklah semulia Khadijah,
Tidaklah setaqwa Aisyah,
Pun tidak setabah Fatimah.

Justru istrimu hanyalah,
Wanita akhir zaman,
Yang punya cita-cita,
Menjadi sholehah,……

Pernikahan atau perkawinan,
Mengajar kita,
Kewajiban bersama.

Istri menjadi tanah,
Kamu langitnya,
Istri ladang tanaman,
Kamu pemagarnya,
Istri kiasan ternakan,
Kamu gembalanya,
Istri adalah murid,
Kamu mursidnya,
Istri bagaikan anak kecil,
Kamu tempat bermanjanya,……

Saat istri menjadi madu,
Kamu teguklah sepuasnya,
Seketika istri menjadi racun,
Kamulah penawar bisanya,
Seandainya istri tulang yang bengkok,
Berhatilah meluruskannya,

Pernikahan atau perkawinan,
Menginsyafkan kita,
Perlunya iman dan taqwa,
Untuk belajar,meniti sabar dan ridha Allah SWT, karena memiliki istri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak alpa.

Kamu bukanlah Rasulullah,
Pun bukan pula Sayyidina ‘ali,
Karamallahuwajjah,
Cuma suami akhir zaman,
Yang berusaha menjadi sholeh,……

Download PDF

Jun 14 2011

Do’a menengok orang sakit

Download PDF
اَللّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اَشْفِ اَنْتَ الشَّا ِفى لاَ شِفَاءَ اِلاَّ شِفَاءُكَ شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا وَلاَاَلَمًا
ALLAHUMMA RABBAN NAASI ADZHIBIL BA’SA ASYFI ANTASY SYAAFII LAA SYIFAA’A ILLA SYIFAA’UKA SYIFAA’AN LAA YUGHAADIRU SAQAMAN WA LAA ALAMAN
Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah bahaya ini, sembuhkanlah, Engkau yang dapat menyembuhkan. Tidak ada obat selain obat Engkau, yaitu obat yang tidak meninggalkan sakit dan penyakit.
Download PDF

Jun 14 2011

Memaknai Mudik Lebaran Dalam Pandangan Islam

Download PDF
images-3Ada tradisi khas milik orang Indonesia, kampung halaman kita di hari raya ‘Idul Fitri, yaitu silaturrahim, atau orang menyebutnya silaturahmi. Meskipun silaturrahim tidak ada kaitannya secara langsung dengan rangkaian ibadah Ramadhan dan ‘Idul Fitri, tapi tradisi ini sangat baik untuk dilestarikan dan dikembangkan. Kita saling mengunjungi sanak saudara bahkan tetangga atau teman sejawat, atasan dan bawahan. Terkadang kita secara sengaja mudik, bepergian jauh, beratus kilometer bahkan mungkin beribu kilometer, hanya sekedar untuk menjumpai orang tua atau sanak famili. Sekedar untuk menjumpainya dan bersilaturahmi, menyegarkan ikatan kekerabatan, menyambung dan mempererat tali persaudaraan.
Kesempatan ‘Idul Fitri tidak akan dijumpai pada moment lain apapun. Untuk itu harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Bagi yang masih punya masalah dengan sanak saudaranya, kesempatan ini sangat cocok untuk saling bermaafan. Kepada mereka yang sudah mulai renggang, kesempatan ini sangat baik untuk merapatkan kembali. Kepada yang sudah akrab dan dekat, kesempatan ini tetap lebih baik untuk memupuk tali persaudaraan.
Ada janji Rasulullah.saw yang patut untuk direnungkan. Beliau bersabda, “Barangsiapa menjamin untukku satu perkara, aku jamin untuknya empat perkara. Hendaknya dia bersilaturrahim, niscaya keluarganya akan mencintainya, diperluas baginya rezekinya, ditambah umurnya dan Allah memasukkannya ke dalam syurga yang dijanjikan-Nya.” (HR. Ar-Rabii’)
Dari hadist tersebut, betapa besar nilai silaturahmi. Kegiatan ini sangat khas di kampung halaman kita. Jarang di negara lain yang mempunyai kebiasan seperti di kita.
Pada saat ini marilah kita pun meningkatkan silaturahmi diantara kita. Bukan saja pada saat-saat kegiatan besar seperti hari ini, tapi juga pada kesempatan-kesempatan lain. Saling mengunjungi, saling menanyakan kabar saling memperhatikan saling bantu. Apalagi ditambah dengan keadaan kita yang jauh dari famili/sanak keluarga. Sebaliknya jika kita diperhatikan sebaiknya kita bersyukur, karena masih ada yang memperhatikan kita. Jika ada yang bertanya kabar dan keadaan kita kita, jangan merasa kita sedang diadili, tapi artikanlah bahwa teman kita mencemaskan kita, memperhatikan kita, dan boleh jadi teman kita khawatir dengan keadaan kita, apalagi jika telah lama tidak bertemu.
Firman Allah :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni`mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni`mat Allah orang-orang yang bersaudara….. ” (al Imran : 103)
‘Idul Fitri juga merupakan hari bahagia, hari bermaaf-maafan sesama Insan yang tidak luput dari salah dan silap yang pernah dilakukan. Pada hari yang mulia ini jangan ragu-ragu untuk mengakui salah silap yang mungkin pernah kita lakukan kepada sesama saudara kita muslim atau bukan. Mungkin ada perasaan hasad dengki, khianat, ataupun berbagai kejahatan dan penganiaayaan yang pernah kita lakukan, maka mohonkanlah maaf, Insya-Allah dihari baik dan bulan baik ini orang akan mudah memaafkannya.
Kita teringat kembali kepada sabda Nabi s.a.w.: “Maukah kamu aku beri tahu tentang derajat yang lebih utama, dari derajat sholat,puasa dan sedekah!” Para sahabat menjawab: “Bahkan mau !” Rasulallah bersabda: “Mendamaikan antara dua orang yang berselisih,karena perselisihan antara dua manusia itulah yang membawa kehancuran.” (H.R.Abu Daud dan Termizi)
Rasulullah.saw bersabda : (Dari Yahya bin Bukair dari al-Lais dari Uqail dari Ibn Syihab bahwa Muhammad bin Jubair bin Muth’im berkata bahwa ia mendengar Nabi SAW bersabda : pemutus kasih sayang tidak akan masuk surga).
Di hadis lain juga dijelaskan : (Dari Yunus bin Muhammad dari al-Khazraj (Ibn Usman al-Sa’diy dari Abi Ayub (Maula Usman) dari Abi Hurairah berkata : aku mendengar Rasulullah SAW bersabda : Sungguh perbuatan Bani Adam (manusia) dilaporkan setiap kamis malam jum’at, maka tidak akan diterima perbuatan (baik) orang yang memutuskan kasih sayang).
Di samping kita meminta maaf dan memberi maaf, kita juga harus dan wajib sebisa mungkin menjadi pribadi pemaaf. Memberi maaf berbeda dengan pemaaf. Kalau memberi maaf itu terjadi ketika ada orang yang meminta maaf, sedang pemaaf adalah orang yang memberi maaf atas kesalahan orang lain sebelum orang tersebut meminta maaf kepadanya.
Allah.swt berfirman  :
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا
“(Penghuni surga adalah) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Ali-Imran 3:134)
Dengan demikian, mari kita jadikan Idul Fitri tahun ini berbeda dengan Idul Fitri di tahun-tahun sebelumnya karena kita telah memahami akan makna Idul Fitri dalam hal ini mudik lebaran. Dengan kita maksimalkan bersilaturahim untuk meminta maaf, memberi maaf dan menjadi seorang pemaaf. Jangan biarkan kedengkian dan kebencian merasuk kembali ke jiwa kita yang telah fitri (suci)
Download PDF
Translate »